Selasa, 04 Agustus 2015

Ara dan Alien


Sumber gambar di sini

Pada suatu malam yang cerah, Ara sibuk memandang langit. Ada bintang -bintang yang bersinar. Ada bulan. “Di langit ada apa ya?”, gumam Ara. “Di sana mungkin ada alien yang bisa dijadikan teman. Gimana ya caranya ke sana?”, tanya Ara. “Aha!”, teriak Ara. Ia menemukan ide untuk membuat roket yang bisa menerbangkannya ke langit. Diambilnya kardus-kardus kosong dari gudang. Krayon dan spidol. Tidak lupa lem. Ia sibuk membuat roket imajinasinya. Tidak lama kemudian ia berhasil membuat roketnya. 

Ia berlari ke dalam rumah kemudian kembali secepat mungkin dengan sebuah keranjang yang tampak penuh. Ia masuk dalam roketnya. Tak lupa membawa keranjangnya. “5...4...3...2...1...Blast off”teriaknya. Roketnya meluncur ke langit. Mengarungi ruang angkasa. Melewati bulan dan bintang. Hingga kemudian roketnya mendarat di sebuah planet. 

Segera ia keluar dengan menggunakan helm sepedanya. Ia bertemu sebuah makhluk kecil berwarna hijau. Satu bola matanya terlihat ramah. Senyum kecil tampak di wajahnya.Kaki  tiga buah berbentuk lonjong. “Halo. Nama saya Ara”, sapa Ara. “Bip bip Bip bap”, sapa teman Alien. Ara memberinya nama teman barunya, Bip Bap. Bip Bap mengajaknya berkeliling melihat-lihat planetnya. 

Ara mengajak Bip Bap bermain. Mereka bermain lompat tali, menari, main drum, petak umpet, dan bernyanyi. Sampai mereka kelelahan dan kelaparan. Ara membuka keranjang bawaannya. Isinya adalah makanan dan minuman. Ada pisang, apel, roti, lemper, keripik, jus jeruk, air minum, hingga teh kemasan. Mereka piknik sambil menyantap makanan dan minuman. 

Sang Alien pun turut memakan bekal Ara. Mereka menyukai rasanya dan pastinya sangat bergizi. Setelah makan dan membereskan semua sisa makanannya, Ara pun pamit pulang. “Nanti kita main lagi ya.Selamat malam Bip Bap”, kata Ara. Ia memasuki roketnya. Kilatan cahaya membawanya pulang. Ke tempat tidurnya yang empuk. 

The End 

Bogor, 22 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar