Senin, 23 Oktober 2017

Ara Little Stories Youtube Channel


Halo teman-teman. Ara sekarang punya channel youtube. Namanya Ara Little Stories. Channel ini dibuat karena Ara terlalu sering bikin video di hp mama aku. Jadinya memori hp mama aku jadi penuh. Kalo penuh jadinya suka rusak. Kalo rusak videonya hilang deh.

Jadi supaya aman dan bisa disimpan lama terus hp mama aku ga rusak, jadinya aku bikin channel youtube deh. Di channel ini kamu bisa liat kegiatan aku. Jalan-jalan atau main ke mana. Belum terlalu banyak sih, karena yang edit videonya mama aku. Itu pun editnya  pake HP yang kalo mama aku ga pake online, aku pake nonton youtube.

Tapi mama janji bakal rajin edit, katanya. Nah, untuk sementara silakan intip Channel aku dulu ya. Dont forget to subscribe ya. 



Senin, 17 Juli 2017

Adam dan Hawa

Sebelum berangkat ngaji sore tadi saya menceritakan Ara tentang Adam dan Hawa sebagai manusia pertama. Adam adalah manusia pertama. Kemudian dari rusuknya Tuhan ciptakan Hawa sebagai temannya. Mereka tinggal di surga. 

Tuhan berpesan pada mereka untuk tidak boleh mendekati satu pohon apalagi memakan buahnya. Kemudian setan datang membujuk agar Adam dan Hawa memakan buah pohon itu. Terbujuk rayuan setan dua anak manusia itu memakan buah huldi. 

Tuhan marah. Mereka menyesali perbuatannya. Tuhan pun menyuruh Adam dan Hawa tinggal di bumi sebagai khalifah. Kemudian beranak pinak dan beribadah pada Tuhan. 

Saat berangkat ke mesjid diatas sepedanya ia setengah berteriak "yang lahirkan Adam siapa? " .

12 juli 2017

Senin, 03 Juli 2017

Vlog Pertama Ara


Waaahhh...Ara jarang mengupdate blog ini. Mama bahkan lupa sama namanya.Ckckckck. Padahalkan isinya keren. Oh iya, Ara suka banget nonton youtube dan pengen punya channel youtube sendiri. Waktu lebaran idul fitri kemarin ayah, mama, Ara, dan Anna (Adik aku. Belum tau ya) pergi ke Ancol melihat lukisan 3D.  Aku membuat video, mama bantu merekam. Ditonton ya.

Jumat, 23 Oktober 2015

Kucing Liar Ara


sumber gambar di sini


“Meow...meow” meongan kucing terdengar lirih di pagi hari sebelum Ara berangkat sekolah.  Tak ada yang memelihara kucing di sekitar kompleks rumah Ara. Ara pun jarang melihat kucing liar di sekitar rumahnya. Ia meraih sepatu sekolahnya sembari mencari-cari sumber suara itu. Ia menajamkan pendengarannya, namun suara kucing itu tidak terdengar lagi.
“Meow...meow..” suara itu kembali terdengar ketika Ara membuka pintu pagar sepulang sekolah. Kali ini bertekad untuk menemukan di mana sumber suara itu berasal. “Meow...meow...” meongan kucing itu terdengar sedih. Ara mencari-cari di taman bunga milik nenek.  Di antara pot-pot besar pohon salam. Di sana di sela-sela pot yang besar dan cukup tersembunyi, seekor kucing belang berbaring. Ia seketika berdiri ketika Ara berjalan mendekat.  “Meeeooowww...” teriaknya ketakutan. Dengan terpincang-pincang ia berusaha melindungi dirinya.
“Jangan takut kucing kecil” kata Ara melangkah mundur. Ia melihat kaki belakang si kucing terluka. Karena itulah ia pincang. Ara bergegas masuk ke dalam rumah. “Mama, seekor kucing pincang berbaring di taman bunga nenek. Bolehkah saya memberinya makan?”, tanya Ara. “Tentu. Ada sisa tulang ikan di dapur. Kamu bisa menambahkan nasi dan sedikit kuah sayur”, kata Mama.
Ketika ia telah menyiapkan makanan buat sang kucing, dengan perlahan ia mendekatinya. Kali ini kucing belang itu tidak lagi berdiri, namun tetap waspada. Ara meletakkan piring berisi makanan di dekat si kucing kemudian berdiri menjauh.
Si kucing mengendus dan kemudian memakan dengan lahap. Tidak lupa Ara memberi semangkuk air untuk minumnya. “Nanti sore aku kasi makan lagi ya. Cepat sembuh kucing”, kata Ara. Mama memanggil tante Ika, teman mama yang juga dokter hewan. Kucing Ara diperiksa oleh tante Ika. Kakinya patah. Tante Ika membalutnya dengan kain dan memberikannya obat.
“Lukanya tidak parah sebentar lagi sembuh”, kata tante Ika. “Mama, kalo kucingnya sudah sembuh, dia boleh kan Ara pelihara?”, pinta Ara. “Boleh. Asal kamu rajin memberinya makan dan merawatnya. Janji?”, tanya Mama sambil menyodorkan jari kelingkingnya.”Oke”, balas Ara mengaitkan kelingkingnya di kelingking Mama.

Bogor, 22 September 2015

Selasa, 13 Oktober 2015

Ara dan Definisi Tidak Naik Kelas





 Ara : (Sambil nyanyi) Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu itu nama-nama hari. Rajin    belajar lekas pintar, anak yang pemalas tidak naik kelas.
 Mama, tidak naik kelas itu tidak angkat kaki di kursi.

Me : Hahahahahahaha. 


Rabu, 30 September 2015

Ara dan Kisah-Kisah Lucunya




Sumber gambar di sini
(I)
Ibu guru : Nama Ayah Ara siapa?
Ara : Ayah Ganteng
Ibu guru : !!!!

(II)
Ibu guru : Najib, mainan favoritnya apa?
Najib : Bola
Ibu guru : Fina, mainan favoritnya apa?
Fina : Barbie
Ibu guru : Ara, mainan favoritnya apa?
Ara : Tembak-tembak air

(III)
Ibu guru : Ara cita-citanya apa?
Ara : Jadi putri
Ibu guru : Putri? Putri apa?
Ara : Putri Indonesia
*mohon diaminkan 

 (IV)
 Belajar huruf hijayyah. Pas di huruf "Kho".
Ara : Mama, ini huruf tidur?
Me : Kok bisa?
Ara : iya. Seperti suara tidur "khooooo" (menirukan suara mendengkur)

(V)
Ara : Mama, Ayo ke mesjid.
Mama : Apa di mesjid?
Ara : Lomba potong kambing
(padahal maksudnya ada potong qurban di mesjid)


The Princess and A Little Frog

 
sumber foto di sini

Once upon a time there are a princess and her mother, a queen. One day, the princess is playing ball. The ball fall into the water. The frog helps to get the ball. The princess is happy. She kiss the frog. The frog is very happy then he jumps highly. Boing boing boing. 

The end 

Bogor, 27 sep 2015